Showing posts with label Catatan. Show all posts
Showing posts with label Catatan. Show all posts

Saturday, November 7, 2015

MENAHAN MARAH = SURGA

Kata orang tidak ada manusia yang sempurna, tapi bagi saya manusia itu semuanya sempurna, kenapa saya bilang begitu? Karena Sang Maha Pencipta telah mendisgn manusia dengan khusus melebihi makhluk-makhluknya yang lain…
Tidak sekedar fisik, bahkan manusia pun dikatakan sempurna karena dibalik kekurangannya ia masih dapat berusaha… berusaha menjadi lebih baik dengan menahan semua keinginannya…ingin berbuat salah, tapi ia meredam dan meninggalkan keinginan tersebut… Memiliki watak / pribadi yang gak baik, tapi ditahan dan terus berusaha memperbaharui diri.
Terlebih jika usaha tersebut dilakukan karena Allah Ta’ala, maka pahala yang ia akan dapatkan insyaAllah… itulah nilai plus-plusnya menjadi seorang muslim.. semua yang dilakukan karena mengharapkan wajah Allah maka akan dinilai pahala oleh Allah Subehanahu wa Ta’ala…
Tidak perlu mengambil contoh jauh, saya pribadi pun memiliki sifat yang gak bagus dulunya…
Emosional, temperamental, selalu berpikiran negative dan kalau marah setelah meluapkannya itu ada rasa puas dan senang didalam hati … namun setelah melampiaskan amarah ada kesedihan juga disana, penyesalan bahwa itu salah…
Hal itu terjadi karena saya memiliki prinsip yang kuat dibarengi ego yang besar, hidup dengan memegang prinsip memang bagus, jadi seperti ada rambu-rambu kalau hendak keluar jalur… tapi ego itu yang membuat saya salah, salah dalam menuangkan / membahasakan apa yang saya pegang dalam hidup.
Tidak berhenti disitu, saya kemudian berusaha membenah diri, belajar agama adalah satu-satunya cara saya untuk memulai memperbaharui diri… banyak bahan renungan yang dapat saya jadikan acuan untuk menjadi baik dihari esok…

Hal pertama yang saya lakukan adalah melawan pikiran negative, tidak mudah memang… tapi jika ingat Allah insyaAllah selalu ada jalan menuju kebaikan..

Hal kedua, mengontrol emosi... jika rasa-rasanya diotak sudah ada gambaran pengen action banting or pukul ini itu segeralah cancel.. inget kerugiannya aja.. juga inget bahwa Rosulullah itu tidak suka dengan marah, beliau mewasiatkan kepada kita untuk jangan marah sebanyak beberapa kali dalam sebuah hadits shahih.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ada seorang lelaki berkata kepada Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Berilah saya nasihat” Beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan marah” Lelaki itu terus mengulang-ulang permintaannya dan beliau tetap menjawab, “Jangan marah” (HR. Bukhari).

Imam Nawawi rohimahulloh mengatakan, “Makna jangan marah yaitu janganlah kamu tumpahkan kemarahanmu. Larangan ini bukan tertuju kepada rasa marah itu sendiri. Karena pada hakikatnya marah adalah tabi’at manusia, yang tidak mungkin bisa dihilangkan dari perasaan manusia”.

Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam juga pernah menasihatkan, “Apabila salah seorang dari kalian marah dalam kondisi berdiri maka hendaknya dia duduk. Kalau marahnya belum juga hilang maka hendaknya dia berbaring”(HR. Ahmad, Shohih).

Dahulu ada juga seorang lelaki yang datang menemui Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam“Wahai Rosululloh, ajarkanlah kepada saya sebuah ilmu yang bisa mendekatkan saya ke surga dan menjauhkan dari neraka”. Maka beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan tumpahkan kemarahanmu. Niscaya surga akan kau dapatkan”   (HR. Thobrani, Shohih)

Hal ketiga, inget ganjaran bagi orang-orang yang senantiasa menahan amarahnya.
”Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema`afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS Ali Imran : 133-134)

Hal keempat, inget kalau nanti semua dari kita pasti pengen punya keturunan, dan pasti kita gak pengen anak or turunan kita ada yang seperti itu juga. Karena setiap orang tua pasti ingin keturunannya menjadi lebih baik darinya.   
Keempat hal tersebut masih terus saya terapkan jika sedang mengalami situasi yang memancing amarah, walaupun karakter dan sifat sudah berubah jauh dari sebelumnya tapi saya masih terus berusaha menjadi pribadi yang baik dimata Allah. Karena hidup itu untuk terus belajar, laksanakan dan berusaha mempertahankan …

Syaikh As Sa’di rohimahulloh mengatakan:
“Sebaik-baik orang ialah yang keinginannya tunduk mengikuti ajaran Rasul shollallohu ‘alaihi wa sallam, yang menjadikan murka dan pembelaannya dilakukan demi mempertahankan kebenaran dari rongrongan kebatilan.
 Sedangkan sejelek-jelek orang ialah yang suka melampiaskan hawa nafsu dan kemarahannya. Laa haula wa laa quwwata illa billaah” (lihat Durrah Salafiyah)


Semoga membantu kamu-kamu yang juga sedang belajar mengontrol emosi.. moga sukses J

Wednesday, May 21, 2014

DEMAM TULANG



Tepat tanggal 21.2.2014 saya diserang demam tulang. Sebelumnya belum pernah saya jumpai secara langsung saat dines di rumah sakit semasa kuliah dulu, jadi pengetahuan saya sangat kurang tentang penyakit ini sampai pada ia menyerang  barulah saya tertarik untuk membahasnya.

Awalnya tanggal 20.2.2014 pukul 14.00 setelah sholat dzuhur saya mulai merasa sedikit gak enak, terasa gerah, tapi gerahnya dari dalam tubuh…  mungkin karena cuaca diluar lagi panas pikir saya … setelah ashr saya bergegas mandi sore.. bukannya merasa segar malah jadi mampet ni hidung. tiap jam suhu badanku naik secara perlahan tapi pasti, paracetamol yang ku minum rasanya gak terlalu mampan saat itu.
Sampai esok paginya masih saja demam , hidung juga masih mampet  dan ditambah lagi kedatangan kawan barunya, si“flu” ikutan ambil andil untuk memperparah kondisi tubuhku…

Karena masih berfikir demam biasa, saya pun langsung jogging pagi didalam rumah dengan tujuan biar keluar keringet mungkin saja bisa berangsur sehat…  
Tapi ternyata gak membuahkan hasil, sejam setelah olahraga kepala jadi berat dua jam kemudiannya terasa sakit dibelakang bola mata, uh dan semakin perih…  jam 8.30 saat mencuci tangan setelah selesai sarapan kurasa perih, padahal Cuma air yang menyentuh kulit :( .

Alhasil kabar buruk menimpa tepat di jam 10.00 setika semua orang gak dirumah saya pun tepar gak berdaya di ruang tengah dengan selimut tebal membungkus dan masih saja dinginnya menusuk tajam hingga ke tulang… disinilah beradu antara demam dan dingin yang menusuk hingga ke semua tulang-tulangku , demi Alloh perih bukan main.. 
sakitnya terus menghebat, tiap jamnya dengan merasakan rasa sakitnya serasa seabad.. perkiraanku mungkin terkena malaria karena gejalanya mirip-mirip… 

siangnya sekitar pukul 14.00 gejalanya semakin komplit, demam semakin tinggi sekitar 39-40 derajad celcius, kedinginan seperti berada dikutub utara dan menembus hingga ketulang, sendi dan semua tulang terasa ngilu luar biasa bercampur perih, sendi pinggul nyeri, mata terus mengeluarkan air mata (padahal gak nangis) , kepala nyeri hebat seperti mau pecah, seluruh tubuh terasa remuk, mual hingga muntah-muntah. Itu yang saya rasakan saat itu. 

Dan saat dibawa ke dokter, dokter bilang saya demam tulang dan di kasihlah resep obat seperti berikut :
  • Girabloc 500 ( kandungan isinya Ciprofloxacin HCL) 2x1
  • Ponflu ( paracetamol 500mg, Chlorpheniramine Maleate 2mg, Phenylpropanolamine HCL 12,5 mg, Guaifenesin 100 mg) 3x1
  • Syrup Lismin (kandungannya berbagai macam vitamin) 2x1
 
Ini dia wujud obatnya:


Alhamdulillah 10 menit setelah minum obatnya langsung bereaksi meringankan semua penderitaanku kala itu :D … 

Sekian share saya seputar demam tulang…. Hehe




Saturday, April 26, 2014

Waspadai Penyakit 'Ain





 Tahukah kamu tentang penyakit yang timbul karena tatapan mata baik dengan penuh takjub kekaguman ataupun dengan rasa iri dan dengki bahkan bisa terjadi dari orang yang shaleh sekalipun. Penyakit ini dalam islam disebut penyakit 'Ain.
Banyak orang yang langsung jatuh sakit dan kekuatan tubuhnya melemah, semua itu terjadi melalui efek yang Allah azza wa jalla jadikan didalam ruh, dan karena ruh itu berkaitan erat dengan mata maka perbuatan (menyebabkan sakit) itu dinisbahkan kepada mata. Padahal bukan mata itu sendiri yang memberikan efek, yang memberikan efek itu tidak lain adalah ruh. Jadi yang keluar dari mata orang yang menyebabkan penyakit adalah 'ain. Ia seperti boomerang yang tidak nampak oleh mata.

"Jadi yang keluar dari ‘ain adalah penggambaran kata kata dari penjabaran apa yang dilihat oleh mata, baik diiri dengan hati dengki, atau kekaguman yang tanpa rasa dengki dalam hati, namun tidak diiringi dengan dzikir kepada Allah, sehingga setan menyerang terhadap apa yang menjadi penggambaran tadi".

Siapa saja yang dapat menjadi pelaku 'Ain??

* Orang Yang Berhati Jahat.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
“Dan dari keburukan orang yang dengki ketika dengki.” (QS. Al-Falaq:5).


*Orang Yang Berhati Baik.

Yaitu ketika lupa mendoakan keberkahan pada sesuatu tersebut. 
Dari Amir bin Robi’ah rodhiyallohu anhu :
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ أَخِيهِ أَوْ مِنْ نَفْسِهِ أَوْ مِنْ مَالِهِ مَا يُعْجِبُهُ فَلْيُبَرِّكْهُ فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ

Rosullulloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda : “Jika salah seorang dari kalian melihat sesuatu yang menakjubkan dari saudaranya, pada dirinya atau pada hartanya, maka doakan keberkahan padanya, karena sesungguhnya penyakit ain itu haq (benar). 
(HR Ahmad).


Tanda-tanda terkena ‘ain 

*Pada anak-anak.


  • Tanda-tanda anak yang terkena ‘ain di antaranya adalah menangis secara tidak wajar (bukan karena lapar, sakit atau mengompol), kejang-kejang tanpa sebab yang jelas, tidak mau menyusu pada ibunya tanpa sebab, atau kondisi tubuh sang anak kurus kering dan tanda-tanda yang tidak wajar lainnya.
Sebagaimana dalam hadits dari Amrah dari ‘Aisyah radhiallahu’anha, ia berkata, “Pada suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk rumah. Tiba-tiba beliau mendengar anak kecil menangis, lalu Beliau berkata,“Kenapa anak kecilmu ini menangis? Tidakkah kamu mencari orang yang bisa mengobati dia dari penyakit ‘ain?” (HR. Ahmad, Baqi Musnadil Anshar. 33304).

  • Begitu pula hadits Jabir radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Asma’ binti Umais, “Mengapa aku lihat badan anak-anak saudaraku ini kurus kering? Apakah mereka kelaparan?” Asma menjawab, “Tidak, akan tetapi mereka tertimpa ‘ain”. Beliau berkata, “Kalau begitu bacakan ruqyah bagi mereka!”(HR. Muslim, Ahmad dan Baihaqi).   

*Pada Orang Dewasa
  • Diriwayatkan dengan shahih dari Ummu Salamah bahwa Nabi shollallohu alaihi wa sallam pernah melihat seorang budak wanita di rumahnya yang wajahnya terlihat kusam. Beliau berkata,”Ruqyah wanita ini, ia terkena ‘ain. (Dikeluarkan oleh Al-Bukhori dan Muslim,Al-Hakim,Abu Nu’aim dan Al-Isma’ili dalam Mustakhroj-nya serta Ath-Thobroni).
  • Diriwayatkan Imam Ahmad dan At-Tirmidzi, ia menshahihkannya, dari Asma binti Umais bahwa ia mengatakan,”Wahai Rasulullah, sesungguhnya Bani Ja’far tertimpa ‘ain; apakah aku boleh meminta ruqyah untuk mereka?” Beliau menjawab, “Ya, seandainya ada sesuatu yang mendahului takdir niscaya ‘ainlah yang mendahuluinya.”

Mencegah Kejahatan 'Ain :

Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam memberikan arahan pada siapa saja yang  melihat sesuatu yang membuatnya takjub agar mendoakan baginya keberkahan. Al-Munaawiy berkata :
بأن يقول اللهم بارك فيه
“Yaitu agar berkata : Allaahumma baarik fiihi (Ya Allah berikanlah keberkahan padanya)”.
Dan dalam keadaan jika terjadi ‘ain, obat yang disyari'atkan untuk digunakan adalah :
1. Membaca Doa
Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Tidak ada ruqyah melainkan jika terkena ‘ain atau bisa". Dahulu malaikat Jibril meruqyah Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam, maka Jibril mengatakan : Bismillaah urqiika min kulli syai'in yu’dziika, min syarri kulli nafsin au ‘ainin haasidin, Allahu yasyfiika, bismillah urqiika (Dengan menyebut nama Allah aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang menganggumu, dan dari kejahatan setiap jiwa, atau kejahatan ‘ain yang hasad, semoga Allah menyembuhkanmu, dengan menyebut nama Allah aku meruqyahmu) 
2. Mandi
Sebagaimana Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan ‘Aamir bin Rabii'ah dalam hadits yang terdahulu, kemudian menuangkannya pada orang yang tertimpa ‘ain yaitu dengan membasuh anggota tubuhnya dan bagian dalam sarungnya. Dan yang semisal dengannya adalah bagian dalam gutrah-nya, tutup kepalanya, dan pakaiannya. Wallaahu a’lam”

Dan pencegah-pencegah ‘ain yang disebutkan di atas tidaklah mengapa dan tidak menghilangkan tawakkal, bahkan itulah tawakkal. Karena sesungguhnya tawakkal adalah bersandar pada Allah subhaanahu, dengan melakukan sebab-sebab yang Allah bolehkan atau perintahkan dengannya. Dan dahulu Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam melindungi Al-Hasan dan AlHusain dengan mengatakan :
أعيذكما بكلمات الله التامة من كل شيطان وهامة ، ومن كل عين لامة" ويقول : هكذا كان إبراهيم يعوذ إسحاق وإسماعيل عليهما السلام
“Saya meminta perlindungan (kepada Allah) untuk kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari semua syaithaan dan binatang yang berbahaya, dan dari semua ‘ain yang jahat”.
Dan beliau berkata : Begitu juga dulu Nabi Ibraahiim melindungi Ishaaq dan Ismaa'iil‘alaihimas-salaam [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy].
Dengan tulisan ini, sampailah tujuan apa yang ingin dikatakan, yaitu memberikan petunjuk kaum muslimin untuk menggunakan bentuk (lafadh) yang syar'ii ketika melihat sesuatu yang membuat mereka kagum sehingga mereka tidak mengganggu/menyakiti saudara-saudara mereka yang muslim. Dan kepada orang yang memberikan ‘ain, untuk saling tolong-menolong dengan orang yang tertimpa ‘ain atau keluarganya jika diminta darinya untuk mandi : 
Apabila seseorang melihat sesuatu yang mengagumkan pada diri saudaranya, hendaklah ia mendoakan keberkahan untuknya, inilah cara untuk mencegah penyakit ‘ain. Rasulullah shallallahu’ala ihi wa sallam bersabda,
إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ أَخِيهِ ، أَوْ مِنْ نَفْسِهِ ، أَوْ مِنْ مَالِهِ مَا يُعْجِبُهُ ، فَلْيُبَرِّكْهُ فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ
“Apabila seorang dari kalian melihat sesuatu dari saudaranya, atau melihat diri saudaranya, atau melihat hartanya yang menakjubkan, maka hendaklah ia mendoakan keberkahan untuk saudaranya tersebut, karena sesungguhnya penyakit ‘ain benar-benar ada.” [HR. Ahmad dari Abdullah bin ‘Amir, Ash-Shahihah, no. 2572]

Alasan Rasulullah melarang minum berdiri

Alasan Rasulullah Melarang Minum Berdiri
 
Dalam dunia kedokteran, kita dilarang minum sambil berdiri, demikian Rasulullah SAW pun melarangnya. mungkin jika kita sedang haus dijalan kita membeli minum lalu kita minum sambil berdiri. Mengapa minum sambil berdiri itu dilarang??? inilah faktor-faktornya:
  1. pada saat duduk, apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lambat. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan mmelar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan.
  2. Manusia pada saat berdiri, ia dalam keadaan tegang, organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras, supaya mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga bisa berdiri stabil dan dengan sempurna. Ini merupakan kerja yang sangat teliti yang melibatkan semua susunan syaraf dan otot secara bersamaan, yang menjadikan manusia tidak bisa mencapai ketenangan yang merupakan syarat terpenting pada saat makan dan minum.
  3. Diriwayatkan ketika Rasulullah s.a.w. dirumah Aisyah r.a. sedang makan daging yang dikeringkan diatas talam sambil duduk bertekuk lutut, tiba-tiba masuk seorang perempuan yang keji mulut melihat Rasulullah s.a.w. duduk sedemikian itu lalu berkata: "Lihatlah orang itu duduk seperti budak." Maka dijawab oleh Rasulullah s.a.w.: "Saya seorang hamba, maka duduk seperti duduk budak dan makan seperti makan budak." Lalu Rasulullah s.a.w. mempersilakan wanita itu untuk makan. Adapun duduk bertelekan (bersandar kepada sesuatu) telah dilarang oleh Rasulullah sebagaimana sabdanya, "Sesungguhnya Aku tidak makan secara bertelekan"
 
jadi meskipun minum berdiri kelihatannya seperti masalah sepele tapi mampu membuat penyakit yang serius. Semoga saja kalian semua yang pernah minum berdiri tidak terkena penyakit yang tidak diinginkan.

copas :http://falah-kharisma.blogspot.com/2012/12/alasan-rasulullah-melarang-minum-berdiri.html.

Saturday, February 8, 2014

Hadits dan Ilmu pengetahuan


Pernahkah kalian mendengar atau bahkan mendapatkan hadits seputar kesehatan?
Ketika masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama bibiku selalu memberi tahu tentang larangan – larangan yang bagi saya gak masuk diakal tapi ternyata manfaatnya begitu besar untuk saya...
Yang masih saya ingat dia selalu melarang untuk minum dan makan sambil berdiri, mengucapkan Alhamdulillah ketika bersin dan astaghfirullah ketika menguap, makan dengan menggunakan tangan kanan dan lebih mengutamakan 3 jari yaitu ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah serta menjilati jari sehabis makan (karena Rosulullah salallahu’alaihi wasallam makannya begitu), jangan mengembuskan nafas digelas saat minum dan meniup makanan / minuman yang masih panas, rajin memotong kuku dan memotong / mencukur bulu (maaf) demi menjaga kebersihan diri.
Itu hanya sedikit ilmu yang saya dapatkan dari bibi saya, dan saat kuliahlah saya mengetahui alasannya kenapa… berikut saya paparkan :
  •  Larangan makan / minum berdiri
·        Dalam hadits disebutkan “janganlah kamu minum sambil berdiri”. Dari segi kesehatan.. air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfingter. Sfingter adalah salah satu struktur maskuler ( berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup.

Setiap air yang kita minum akan dsalurkan pada ‘pos-pos’ penyaringan yang berada di ginjal. Jika kita minum sambil berdiri , air yang kita minum otomatis masuk tanpa disaring lagi. Langsung menuju kandung kemih. Ketika menuju kandung kemih terjadi pengendapan disaluran sepanjang perjalanan (ureter). Karena banyak limbah-limbah yang menyisa diureter inilah awal mula munculnya bencana. Betul, penyakit Kristal Ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang sungguh berbahaya. Diduga diakibatkan karena susah kencing, jelas hal ini berhubungan dengan saluran yang sedikit demi sedikit tersumbat tadi.

·        Dari Anas radiallahu’anhu dari Nabi salallahu’alaihi wasallam : “ bahwa ia melarang sseseorang untuk minum sambil berdiri”. Qatadah berkat, “ kemudian kami bertanya kepada Anas tentang makan. Ia menjawab bahwa hal itu lebih buruk”.

Pada saat duduk, apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lambat. Adapun minum sambil berdiri maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras. Jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usu, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan.

Adapun Rasulullah salallahu’alaihi wasallam pernah sekali minum sambil berdiri, maka itu dikarenakan ada sesuatu yang menghalangi beliau untuk duduk, seperti penuh sesaknya manusia pada tempat-tempat suci, bukan merupakan kebiasaan. Ingat azas darurat!


  •   Fenomena bersin  dan menguap

·        Dari Abu Hurairah Radiallahu ta’alaa anhu, Rasulullah bersabda : “ sungguh Allah mencintai orang yang bersin dan membenci orang yang menguap, maka jika kalian bersin pujilah Allah, maka setiap orang yang mendengar pujian itu untuk menjawabnya . adapun menguap , maka itu dari syaitan, maka lawanlah itu sekuat tenagamu. Dan apabila seseorang menguap dan terdengar bunyi : Aaaa, maka syaitanpun tertawa karenanya”.
(shahih Bukhari, 6223)

Menguap adalah gejala yang menunjukkan bahwa otak dan tubuh orang tersebut membutuhkan oksigen dan nutrisi, dan karena organ pernafasan kurang dalam menyuplai oksigen kepada otak dan tubuh.
Mulut bukanlah organ yang disiapkan untuk menyaring udara seperti hidung , maka apabila mulut tetap dalam keadaan terbuka ketika menguap, maka masuk juga berbagai jenis mikroba dan debu, atau kutu bersamaan dengan masuknya udara ke dalam tubuh. Oleh karena itu, datang petunjuk  nabawi yang mulia agar kita melawan “menguap” ini sekuat kemampuan kita, ataupun menutup mulut saat menguap dengan tangan .

Bersin adalah lawan dari menguap yaitu keluarnya udara dengan keras, kuat disertai hentakan melalui dua lubang ; hidung dan mulut. Maka akan terkuras dari badan bersamaan dengan bersin ini sejumlah hal seperti debu, haba’ ( sesuatu yang sangat kecil,  diudara, yang hanya akan terlihat ketika ada sinar matahari ), atau kutu dan mikroba yang terkadang masuk ke dalam organ pernafasan.

Makan dengan tangan kanan dan menjilati jari-jari tangan
Rasulullah salallahu’alaihi wasallam selalu makan dengan ketika jarinya. Setelah selesai makan, Rasulullah pun akan menjilati ketiga jarinya itu.
(HR. Muslim).

Makan menggunakan 3 jari membuat setiap orang dapat mengukur porsi makanan yang cocok bagi dirinya. Ia juga dapat menjadikan tiap suap yang masuk ke dalam mulut dapat dikunyah dan bercampur dengan air liur dengan baik sehingga kita tidak akan mengalami gangguan pencernaan.
Dan fakta berikutnya, makan dengan menggunakan tangan ternyata lebih sehat daripada makan dengan menggunakan sendo. Mengapa bisa demikian? Karena pada tangan kita terdapat enzim RNase yang berfungsi menurunkan aktivitas bakteri-bakteri pathogen yang ada pada tangan kita ketika kita makan . Enzim RNase adalah enzim yang dapat mendepolarisasi RNA (asam nukleat). Sehingga ketika kita menyuap makanan dengan tangan, bakteri yang terdapat pada makanan dapat terikat oleh enzim Rnase yang dihasilkan tangan kita. Tapi tentunya sebelum makan harus mencuci tangan dulu.


  • Larangan menghembuskan nafas saat minum dan meniup makanan / minuman yang masih panas
a.       Dari Abu Qatadah radhiallahu anhu dia berkata:
       أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يُتَنَفَّسَ فِي الْإِنَاءِ
      “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang menghembuskan nafas di dalam bejana     (ketika minum).” (HR. Muslim no. 227)
b.      Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi dari Israil dari Abdul Karim dari Ikrimah dari Ibnu Abbas, ia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang meniup ke dalam makanan dan minuman.” (HR. Ahmad no.2678).

c.       Dari Ibnu Abbas, “Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang untuk bernafas atau meniup wadah air minum.” (HR. Al-Tirmidzi no. 1888 dan Abu Dawud no. 3728, dan hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani).

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa aturan dalam agama Islam itu untuk kebaikan bagi yang melaksanakannya. Apa kebaikan dari dilarangnya meniup makanan dan minuman? Seperti yang kita ketahui bahwa senyawa air  itu adalah H2O dan udara yang dihembuskan dari mulut itu adalah CO2. Jika H2O dan CO2 bereaksi akan menghasilkan H2CO3 yang membahayakan tubuh.



  • Memotong kuku dan mencukur bulu

Hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu dia berkata:
وُقِّتَ لَنَا فِي قَصِّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيْمِ اْلأَظْفَارِ وَنَتْفِ اْلإِبْطِ وَحَلْقِ الْعَانَةِ أَنْ لاَ نَتْرُكَ أَكْثَرَ مِنْ أَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً
“Ditetapkan waktu bagi kami dlm memotong kumis menggunting kuku mencabut rambut ketiak dan mencukur rambut kemaluan agar kami tdk membiarkan lbh dari empat puluh malam.”